Olahraga Sebelum Tidur: Jenis, Manfaat, dan Resiko

Januari

16

0 comments

JETE Indonesia – Olahraga merupakan salah satu aktivitas fisik yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Olahraga sebelum tidur dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kekuatan otot, dan mengurangi risiko penyakit kronis. Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan kualitas tidur.

Meskipun begitu, masih banyak orang yang beranggapan bahwa olahraga sebelum tidur dapat mengganggu kualitas tidur. Hal ini karena olahraga dapat meningkatkan suhu tubuh dan membuat seseorang merasa lebih berenergi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa olahraga sebelum tidur justru dapat meningkatkan kualitas tidur, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat.

Manfaat Olahraga Sebelum Tidur

sc: Land of Sleep

Banyak manfaatnya, kamu harus tahu deretan manfaat olahraga sebelum tidur di bawah ini. 

1. Meningkatkan kualitas tidur

Olahraga dapat membantu seseorang merasa lebih lelah dan mudah terlelap. Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan produksi hormon melatonin, yang berperan penting dalam mengatur ritme sirkadian dan membantu seseorang tidur lebih nyenyak. Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Tidur yang berkualitas akan membuat kita lebih segar dan bugar keesokan harinya.

2. Mengurangi Stress

Olahraga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, yang dapat mengganggu kualitas tidur. Olahraga dapat membantu melepaskan hormon endorfin yang dapat mengurangi stres. Ini dapat membuat pikiran kita lebih rileks, menjernihkan pikiran, dan mempersiapkan tubuh untuk tidur.

3. Menurunkan Suhu Tubuh

Tubuh kita memiliki siklus alami suhu yang menurun menjelang tidur. Olahraga dapat membantu mempercepat proses ini, memberikan sinyal tubuh untuk bersiap-siap tidur. Karena setelah berolahraga pasti akan melakukan pendinginan, di masa pendinginan ini tubuh akan menurunkan suhu tubuh dengan mudah.

4. Mengatasi Ketegangan Tubuh

Duduk dalam waktu yang lama seringkali dapat menimbulkan ketegangan pada otot-otot tertentu seperti leher, bahu, punggung, dan pinggul. Untuk mengatasi ketegangan ini, disarankan untuk melibatkan diri dalam sesi peregangan di malam hari.

Melakukan peregangan sebelum tidur tidak hanya membantu mengurangi kekakuan otot, tetapi juga memberikan efek relaksasi yang dapat meningkatkan kualitas tidur. Dengan merawat tubuh melalui peregangan, kita dapat menciptakan kondisi yang lebih optimal untuk tidur yang nyenyak dan nyaman.

Baca juga: 5 Perlengkapan Olahraga Untuk Gaya Hidup Sehat Kamu

Jenis Olahraga untuk Malam Hari

sc: Men’s Health

Olahraga sebelum tidur yang bermanfaat adalah olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Olahraga dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan suhu tubuh dan membuat seseorang merasa lebih berenergi, sehingga dapat mengganggu kualitas tidur.

Waktu yang tepat untuk olahraga sebelum tidur adalah sekitar 2-3 jam sebelum waktu tidur. Hal ini untuk memberi waktu bagi tubuh untuk menurunkan suhu dan detak jantung sebelum tidur. Nah, berikut ini adalah beberapa jenis olahraga yang cocok untuk dilakukan sebelum tidur:

  • Jalan kaki: Jalan kaki merupakan olahraga yang mudah dan tidak membutuhkan peralatan khusus. Jalan kaki dapat membantu meningkatkan detak jantung dan membakar kalori.
  • Jalan Cepat: Aktivitas sederhana ini meningkatkan detak jantung, membakar kalori, dan meningkatkan kebugaran tubuh secara umum. Berbeda dengan jalan kaki biasa, jalan cepat mampu menurunkan berat badan lebih cepat.
  • Yoga: Yoga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan tubuh. Yoga juga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.
  • Stretching: Peregangan atau stretching dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan mencegah cedera. Peregangan juga dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks sebelum tidur.
  • Plank: Terlihat sederhana, namun latihan plank mampu membakar lemak dengan cepat dan memperkuat otot inti. Terbiasa melakukan plank tiap malam mampu memperkuat tubuh secara keseluruhan.
  • Pilates: Sama seperti yoga, olahraga Indoer ini mampu meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, keseimbangan, daya tubuh, dan tingkat kebugaran secara keselutuhan. Dikutip dari klikdokter, bila melakukan pilater sebelum tidur dapat mengurangi stress dan kecemasan. 
  • Angkat Beban: Olahraga ini efektif membakar kalori saat tidur, menurunkan berat badan, dan meningkatkan kekuatan. Kadar testosteron dan kapasitas anaerobik yang lebih tinggi di malam hari mendukung latihan kekuatan.

Risiko Olahraga di Malam Hari

olahraga sebelum tidur
sc: On The Table – The Balance Blog

Dilansir dari Halodoc, ternyata ada juga resiko yang bisa terjadi bagi mereka yang kerap berolahraga di malam hari.  Meskipun berolahraga memiliki manfaat besar bagi kesehatan, melakukan aktivitas fisik di malam hari dapat berpotensi mengganggu pola tidur. Hal ini terutama terjadi ketika olahraga dilakukan mendekati waktu tidur, menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan metabolisme.

Untuk menghindari dampak negatif ini, disarankan untuk tidak melakukan olahraga intensif, seperti aerobik atau angkat beban, dalam satu jam sebelum tidur. Sebagai alternatif, pilihlah kegiatan yang lebih ringan seperti yoga, peregangan tubuh, bersepeda, atau berjalan santai.

Selain mengatur jenis olahraga, penting juga untuk memperhatikan aspek lain yang dapat memengaruhi tidur. Hindari konsumsi kafein dan alkohol, serta jangan makan dalam jumlah berlebihan sebelum tidur. Langkah-langkah ini dapat membantu menjaga kualitas tidur dan mengurangi risiko terbangun di tengah malam. Dengan memahami dampak olahraga terhadap tidur, kita dapat menciptakan rutinitas yang seimbang untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Baca juga: 5 Manfaat Mendengarkan Musik Favorit Saat Olahraga

Penutup 

Itulah deretan manfaat yang bisa kamu dapatkan bila melakukan olahraga sebelum tidur. Pastikan untuk mengikuti anjuran yang ada agar tubuh tetap bugar dan tidak mendapatkan risikonya. Kini kamu bisa menggunakan berbagai gadget untuk olahraga dari JETE yang pastinya akan membuat olahraga kamu menjadi lebih menyenangkan meskipun di malam hari!

Artikel terkait:

Februari 12, 2024

Februari 5, 2024

Februari 1, 2024

Januari 31, 2024

Januari 24, 2024

Januari 22, 2024

About the author, Arini Rizki Fauziah