Ini Perbedaan Bone Conduction vs Air Conduction!

Agustus

21

0 comments

JETE Indonesia – Saat ini kamu pasti pernah mendengar headset dengan bone conduction. Sebenarnya fitu apa itu? Dan apa bedanya dengan air conduction? Apa bedanya dengan headphone nirkabel yang biasa? Nah agar tidak bingung, berikut ini perbedaan bone conduction vs air conduction yang wajib kamu ketahui.

Apa Itu Air Conduction?

Air conduction adalah proses di mana gelombang suara berjalan melalui udara dan didengar oleh telinga. Ketika gelombang suara masuk ke saluran telinga, mereka membuat gendang telinga bergetar. Getaran tersebut kemudian bergerak melalui tulang-tulang telinga tengah ke koklea di telinga dalam. Dan inilah cara orang mendengar suara.

Koklea adalah organ berbentuk spiral yang berisi sel rambut kecil yang mengubah getaran mekanis tulang-tulang telinga tengah menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak. Metode ini juga digunakan oleh sebagian besar perangkat audio, termasuk headphone. Tapi ada dua jenis headphone air conduction: desain regular dan open-ear.

Apa Itu Bone Conduction?

Bone conduction adalah metode penghantaran suara melalui tulang tengkorak daripaad melalui udara. Ini bekerja dengan mengubah data audio menjadi getaran menggunakan transduser. Getaran tersebut dikirim ke telinga bagian dalam melalui tulang tengkorak, melewati tulang-tulang telinga tengah. Begitu getaran mencapai telinga bagian dalam, telinga mempersepsinya sebagai suara normal.

Orang dengan gangguan pendengaran konduktif, yang terjadi saat telinga luar atau tengah mengalami kerusakan, bisa menggunakan headphone bone conduction. Namun, mereka tidak akan berfungsi bagi orang dengan gangguan pendengaran sensorineural karena disebabkan oleh kerusakan pada telinga bagian dalam (koklea) atau saraf pendengaran.

Ada dua jenis headphone bone conduction: regular (dikenakan di sekitar belakang kepala atau leher) dan alat bantu dengar yang ditanamkan pada tulang (bone-anchored hearing aids) dengan operasi.

Baca juga: Perbedaan Headset Bluetooth JETE Open Ear 2 vs JETE Open Ear Pro

Bone Conduction Headphone, Handsfree (1)

Cara Kerja Bone Conduction Headset 

Konsep bone conduction didasarkan pada fakta bahwa suara dapat disampaikan melalui getaran, yang kemudian diubah agar mencapai telinga kita. Cara kerjanya cukup menarik. Headphone bone conduction tidak dilengkapi dengan speaker seperti pada umumnya. Sebaliknya, headphone ini memiliki alat transduser yang ditempatkan secara dekat dengan kulit kepala kita. Alat ini akan bergetar di kepala dan getarannya akan diteruskan ke tulang-tulang di dekat telinga kita. 

Getaran ini pun akan membuat tulang-tulang kecil di dalam telinga ikut bergetar. Proses berikutnya, getaran ini akan mencapai telinga dalam kita yang dikenal sebagai koklea. Koklea ini mengandung cairan dan rambut kecil yang peka terhadap getaran. Dengan getaran dari tulang-tulang kecil tadi, cairan di koklea juga akan bergetar. Akibatnya, rambut-rambut kecil ini akan melengkung sesuai dengan gelombang getaran. 

Saat rambut-rambut itu melengkung, mereka akan melepaskan zat kimia tertentu. Saraf pendengaran akan merasakan zat kimia ini dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik ini akan dikirimkan ke otak yang kemudian menginterpretasikannya sebagai suara. Meskipun tahapan terakhirnya mirip dengan air conduction, yang berbeda adalah bagaimana suara mencapai telinga dalam kita melalui tulang.

Baca juga: Wajib Dicoba, Ini Cara Menghilangkan Tanda Headset di HP

Penggunaan Bone Conduction vs Air Conduction

handsfree bone conduction

Sekarang setelah memahami tentang air conduction dan bone conduction, serta kelebihan dan kekurangannya, kita bisa membandingkan mana yang lebih cocok digunakan dalam situasi tertentu. Sebenarnya jawabannya adalah tergantung pada situasi dan kebutuhan kamu.

1. Audiophile

Seorang audiophile mungkin tidak akan puas dengan headphone bone conduction. Kualitasnya memang sudah lebih baik, tetapi belum mencapai standar audiophile. Sebagai informasi, Audiophile adalah seseorang yang sangat tertarik pada reproduksi suara dengan kualitas tinggi.

Masalah suara yang kurang keras bisa diatasi dengan earplug, dan kamu biasanya bisa mengatur rentang suara melalui aplikasi equalizer di ponsel pintar atau perangkat audio kamu. Namun, kualitasnya masih belum sebaik yang diharapkan oleh audiophile dari perangkat yang mahal seperti itu.

Jadi, jika kamu seorang audiophile yang mendengarkan audio tanpa ingin kehilangan kualitas atau lebih suka suara asli vinyl daripada CD, lebih baik berinvestasi dalam headphone air conduction yang berkualitas.

2. Pendengar Santai – Casual Listeners

Seseorang yang hanya mendengarkan musik secara santai akan puas baik dengan air conduction maupun bone conduction. Namun, pendengar santai akan senang dengan headphone atau earphone yang harganya jauh lebih murah dari headphone bone conduction termurah, jadi tidak perlu membayar lebih mahal. Dengan pertimbangan ini, headphone air conduction lebih cocok untuk pendengar santai.

3. Sports People

Jika kamu tipe orang yang suka aktif berolahraga seperti jogging, bersepeda, atau berenang, dan ingin mendengarkan musik saat melakukannya, bone conduction adalah solusi ideal untukmu. Karena headphone jenis ini memungkinkan kesadaran lingkungan yang lebih baik daripada headphone air conduction, mereka lebih aman digunakan di luar ruangan saat beraktivitas favoritmu.

Hal ini juga lebih berlaku jika kamu sering mengikuti maraton atau acara olahraga serupa seperti triathlon. Banyak acara semacam itu biasanya melarang penggunaan headphone, tetapi baru-baru ini membuat pengecualian untuk headphone bone conduction.

4. Orang dengan Gangguan Pendengaran

Banyak orang yang mengalami gangguan pendengaran menemukan bahwa mereka bisa mendengarkan musik dengan jelas saat menggunakan headphone bone conduction.

Namun, hal ini tidak berlaku untuk semua jenis gangguan pendengaran. Orang dengan gangguan pendengaran sensorineural biasanya tidak mendapatkan banyak manfaat dari headphone bone conduction karena kerusakan terjadi di telinga dalam. Namun, sebagian besar orang dengan gangguan pendengaran konduktif (yang terletak di telinga luar) bisa mendengarkan musik tanpa masalah jika menggunakan headphone bone conduction.

Baca juga: 4 Tipe Wireless Headphone yang Perlu Anda Tahu

Kesimpulan

Air conduction vs bone conduction menggunakan pendekatan yang sangat berbeda dalam menyampaikan suara ke telinga kita. Saat ini sudah banyak headphone bone conduction seperti Open Fast dan Open Ear 2 dari JETE Indonesia. Sudah dilengkapi dengan teknologi canggih untuk kamu yang gemar berolahraga. Semua produk JETE mendapatkan garansi resmi rusak ganti baru selama 2 tahun. Jadi tunggu apalagi? Buruan beli sekarang! Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi CS kami di sini. 

Artikel terkait:

Agustus 21, 2023

Agustus 31, 2022

Februari 8, 2022

Oktober 5, 2021

September 10, 2021

Juli 19, 2021

About the author, Arini Rizki Fauziah