Kenali Tingkatan Startup, dari Unicorn sampai Hectocorn

Januari

5

0 comments

JETE IndonesiaPerkembangan teknologi dan digital berdampak pada perkembangan perusahaan rintisan (startup) di dunia. Tak terkecuali di Indonesia yang kini memiliki 2.000 lebih startup berdasarkan laman Startup Ranking. Tingkatan startup pun beragam, hal ini tergantung pada nilai valuasi yang dimilikinya. Valuasi tersebut didapatkan dari suntikan dana investor dan juga keuntungan selama kurun waktu tertentu.

Tingkatan Startup yang Ada

Level startup di dunia dibedakan menjadi tiga yakni Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn. Selain itu juga ada tingkatan paling bawah lainnya. Inilah penjelasan tiap level yang perlu Anda ketahui.

1. Unicorn

Tingkatan startup yang pertama disebut dengan Unicorn. Perusahaan yang mencapai tingkatan ini haruslah memiliki nilai valuasi 1 miliar US$ lebih (Rp14 triliun). Valuasinya berdasarkan modal ventura para investor. Istilah Unicorn muncul dalam sebuah artikel ‘Welcome to The Unicorn Club’ di Techrunch bulan November 2013.

Ada cukup banyak perusahaan rintisan di tanah air sudah cukup banyak yang masuk di kategori ini. Misalnya saja Traveloka, Tokopedia, OVO, Bukalapak, dan J&T Ekspedisi. Beberapa waktu lalu, perusahaan di bidang kuliner Kopi Kenangan mendapatkan suntikan dana dan membuatnya masuk dalam kategori Unicorn.

2. Tingkatan Startup Decacorn

Tingkatan Startup (1)

Selanjutnya adalah Decacorn dengan tingkat valuasi atau nilai kapitalisasi sebesar 10 miliar US$ (Rp140 triliun). Di tingkat startup ini, beberapa perusahaan besar dunia telah berhasil mencapainya. Contohnya saja Airbnb, Uber, WeWork, Didi Chuxing, Bytedance, JULL Labs, Palantir Technologies, Lu.com, dan Stripe. Bahkan, perusahaan Elon Musk, SpaceX juga masuk di kategori ini.

Startup Indonesia yang masuk di kategori ini adalah GoJek dalam sektor ride hailing. GoJek masuk dalam Decacorn pertama di tanah air tahun 2019. Sebelumnya, perusahaan tersebut masuk di jajaran Unicorn pertama asal Indonesia di tahun 2016 lalu.

Baca juga: Jenis Startup yang Paling Banyak Digandrungi Kaum Milenial

3. Hectocorn

Hectocorn menjadi level paling tinggi di antara semua tingkatan yang ada. Nilai valuasinya pun tak tanggung-tanggung pada angka 100 miliar US$ (1.400 triliun). Pada kategori ini, ditempati oleh perusahaan raksasa di bidang teknologi. Sebut saja seperti Google, Meta (dulu Facebook), Apple, Microsoft, Cisco, dan Oracle.

Startup yang mampu mencapai tingkatan ini juga tak banyak dan hanya satu hingga tiga perusahaan saja tiap tahunnya. Untuk mencapai pada tingkat Hectocorn, setidaknya perusahaan rintisan haruslah menguasai pangsa pasar dunia dan itu memang memerlukan waktu yang tidak sebentar.

4. Tingkatan Startup Terbawah

Selain ketiga tingkatan startup tersebut, sebenarnya masih ada level-level terbawah. Misalnya Centaurus, Ponies, hingga Cockroach. Untuk Centaurus, dikategorikan sebagai perusahaan yang memiliki nilai valuasi sekitar 100 juta US$ atau Rp1,40 triliun. Di bawahnya lagi yakni level Ponies dengan valuasi senilai 10 juta US$ atau pada kisaran Rp140 miliar.

Kemudian, di level terbawah dikategorikan dengan Cockroach. Biasanya, di level ini nilai valuasinya cukup kecil atau perusahaan rintisan tersebut baru berdiri. Meski begitu, tak menutup kemungkinan jika di kategori Cockroach nantinya bakalan berkembang hingga tingkatan teratas.

Penutup

Tingkatan Startup (2)

Itu dia JETE Lovers, beberapa tingkatan startup yang perlu diketahui. Dari ulasan di atas dapat dikatakan bahwa selain memiliki tingkat valuasi atau keuntungan yang tinggi, keberadaan startup setidaknya harus memberikan nilai guna produk dan manfaat kepada masyarakat luas. Khususnya dalam bidang teknologi di era digital seperti saat ini.

Berbagai layanan startup di atas pun juga bisa Anda nikmati dan gunakan di smartphone. Jangan lupa, untuk kenyamanan dalam mengakses layanan tersebut tak ada salahnya menggunakan aksesoris dan gadget terbaik dari JETE Indonesia. Mulai dari powerbank agar daya baterai tetap prima, pelindung layar smartphone, dan sebagainya.

Semoga bermanfaat!

Artikel terkait:

Juni 23, 2023

Juni 17, 2023

Juni 13, 2023

Juni 7, 2023

Mei 26, 2023

Mei 25, 2023

About the author, Irfantoni Listiyawan

× WhatsApp