JETE Indonesia – Aerobik adalah salah satu bentuk aktivitas fisik yang paling mudah dikenali dan paling banyak dilakukan oleh berbagai kalangan. Gerakannya bersifat ritmis, dilakukan secara berulang, dan melibatkan kelompok otot besar dalam tubuh. Namun, tahukah kamu kalau ternyata aerobik ada banyak jenisnya selain senam? Yuk cari tahu apa saja jenis aerobik di bawah ini!
Apa Itu Latihan Aerobik?

Latihan aerobik adalah aktivitas fisik yang dilakukan dalam durasi relatif lama dengan intensitas ringan hingga tinggi, di mana tubuh menggunakan oksigen untuk membakar karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi. Istilah “aerobik” sendiri berarti “dengan oksigen”, yang menggambarkan bagaimana sistem pernapasan dan kardiovaskular bekerja selama latihan berlangsung.
Ciri utama dari aerobik adalah gerakan yang berkesinambungan dan dapat dipertahankan dalam waktu tertentu. Contohnya seperti berjalan cepat, bersepeda, menari, berenang, hingga senam aerobik. Selama latihan, tubuh akan terasa hangat dan napas sedikit terengah, namun masih bisa dilakukan secara berkelanjutan.
Baca juga: Beda Pilates dan Yoga: Sekilas Mirip, Tapi Manfaatnya Ternyata Jauh Berbeda
Fungsi dan Manfaat Latihan Aerobik

Latihan aerobik memiliki banyak manfaat, baik secara fisik maupun mental. Secara fisik, aerobik membantu memperkuat jantung sehingga mampu memompa darah lebih efisien. Paru-paru juga menjadi lebih terlatih dalam menyerap dan menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh.
Selain itu, aerobik berperan penting dalam pengelolaan berat badan karena mampu membakar kalori dan lemak tubuh. Latihan ini juga membantu menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan osteoporosis.
Dari sisi mental, aerobik dapat meningkatkan suasana hati karena merangsang pelepasan endorfin atau hormon “bahagia”. Aktivitas ini terbukti membantu mengurangi stres, kecemasan, serta memperbaiki kualitas tidur dan fungsi kognitif.
Baca juga: Perbedaan Zumba dan Aerobic: Sekilas Mirip, Tapi Efeknya ke Tubuh Ternyata Berbeda
Jenis Latihan Aerobik

Latihan aerobik adalah aktivitas fisik yang melibatkan gerakan berulang dalam durasi tertentu untuk meningkatkan kerja jantung, paru-paru, serta daya tahan tubuh secara keseluruhan. Setiap jenis aerobik memiliki karakteristik, tujuan, dan manfaat yang berbeda, tergantung pada intensitas dan metode latihannya.
1. Aerobik Low Impact
Aerobik low impact merupakan jenis latihan aerobik dengan gerakan ringan dan minim lompatan, sehingga tekanan pada sendi relatif kecil. Gerakan umumnya dilakukan dengan satu kaki selalu menyentuh lantai, seperti berjalan di tempat, marching, atau perpindahan berat badan secara perlahan.
Jenis aerobik ini cocok untuk pemula, lansia, atau individu yang sedang dalam masa pemulihan cedera. Selain meningkatkan denyut jantung secara bertahap, aerobik low impact juga membantu melatih keseimbangan, koordinasi, serta kebiasaan bergerak secara konsisten tanpa risiko cedera tinggi.
2. Aerobik High Impact
Berbeda dengan low impact, aerobik high impact melibatkan gerakan melompat dan perubahan posisi tubuh yang cepat. Contohnya seperti jumping jacks, squat jump, atau lompat tali. Jenis aerobik ini memberikan stimulus yang lebih besar pada sistem kardiovaskular dan sangat efektif untuk membakar kalori dalam waktu singkat.
Selain meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru, aerobik high impact juga membantu memperkuat tulang dan otot kaki. Namun, latihan ini membutuhkan kondisi fisik yang baik dan sebaiknya dilakukan dengan teknik yang benar untuk menghindari cedera.
3. Aerobik Berbasis Tarian
Aerobik jenis ini menggabungkan gerakan olahraga dengan unsur tarian dan musik yang ritmis, seperti zumba atau dancing workout. Latihan dilakukan mengikuti irama musik sehingga terasa lebih menyenangkan dan tidak monoton.
Aerobik berbasis tarian melibatkan hampir seluruh otot tubuh, meningkatkan koordinasi, kelenturan, serta keseimbangan. Selain manfaat fisik, jenis aerobik ini juga memiliki dampak positif pada kesehatan mental karena mampu mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati.
4. Aerobic Base Training
Aerobic base training adalah latihan aerobik dengan intensitas rendah hingga sedang dan durasi yang relatif panjang. Latihan ini biasanya dilakukan pada denyut jantung di bawah 80% dari denyut jantung maksimal.
Tujuan utamanya adalah membangun fondasi kebugaran kardiovaskular, meningkatkan efisiensi penggunaan oksigen, serta memperkuat daya tahan tubuh. Aerobic base training sangat penting sebagai dasar sebelum masuk ke latihan intensitas lebih tinggi dan sering digunakan dalam program kebugaran jangka panjang.
Baca juga: Rekomendasi Zumba Starter Pack: Panduan Lengkap untuk Pemula yang Ingin Mulai Lebih Siap

5. Pace atau Tempo Training
Tempo training merupakan latihan aerobik dengan intensitas sedang yang dilakukan mendekati ambang laktat, yaitu titik ketika tubuh mulai lebih banyak menghasilkan asam laktat. Latihan ini terasa lebih berat dibanding aerobic base, tetapi dilakukan dalam durasi yang lebih singkat.
Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan tubuh mempertahankan kecepatan atau intensitas tertentu dalam waktu yang lebih lama. Tempo training sering digunakan untuk meningkatkan performa dan efisiensi kerja jantung, terutama bagi individu yang sudah rutin berolahraga.
6. Fartlek Training
Fartlek berasal dari bahasa Swedia yang berarti “permainan kecepatan”. Jenis aerobik ini mengombinasikan variasi kecepatan lambat, sedang, dan cepat dalam satu sesi latihan tanpa pola yang kaku. Misalnya, berjalan santai lalu diselingi lari cepat, kemudian kembali ke kecepatan sedang.
Fartlek training melatih kemampuan adaptasi tubuh terhadap perubahan intensitas, meningkatkan daya tahan aerobik sekaligus anaerobik, serta membuat latihan terasa lebih dinamis dan tidak membosankan.
7. Interval Training (VO₂ Max Training)
Interval training adalah metode aerobik yang mengatur waktu kerja dan istirahat secara terstruktur, misalnya 3–5 menit aktivitas intens diikuti 3–5 menit pemulihan. Jenis latihan ini bertujuan meningkatkan VO₂ max, yaitu kemampuan maksimal tubuh dalam menggunakan oksigen.
Interval training sangat efektif untuk meningkatkan performa kardiovaskular, daya tahan, dan efisiensi metabolisme. Karena intensitasnya cukup tinggi, latihan ini biasanya diterapkan pada individu dengan tingkat kebugaran menengah hingga lanjut.
8. HIIT (High Intensity Interval Training)
HIIT merupakan bentuk latihan aerobik dengan intensitas sangat tinggi dalam waktu singkat, diselingi dengan periode istirahat yang lebih panjang. Dalam satu sesi HIIT, berbagai gerakan eksplosif seperti squat jump, burpee, atau sprint dilakukan secara maksimal.
Keunggulan HIIT adalah efisiensinya dalam meningkatkan kebugaran dan membakar kalori meskipun durasi latihan singkat. Namun, karena bebannya cukup berat, HIIT tidak dianjurkan dilakukan terlalu sering dan perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Baca juga: Apa Itu Senam Aerobik? Olahraga Ringan yang Bikin Happy!
Penutup
Dengan beragam jenis latihan aerobik yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan, siapa pun dapat memulai dan menikmati manfaatnya. Kunci utama dari aerobik adalah konsistensi, kenyamanan, dan kemampuan untuk memahami kondisi tubuh saat berolahraga.
Agar latihan aerobik terasa lebih terarah dan menyenangkan, smartwatch JETE bisa menjadi teman olahraga yang dapat diandalkan. Dilengkapi dengan fitur pemantauan detak jantung, pencatat aktivitas harian, penghitung kalori, serta berbagai mode olahraga, smartwatch JETE membantu kamu memahami performa tubuh dan menjaga ritme latihan tetap optimal!
