31

Desember

Beda Pilates dan Yoga: Sekilas Mirip, Tapi Manfaatnya Ternyata Jauh Berbeda

JETE Indonesia – Terkadang, orang sulit membedakan antara pilates dan yoga. Keduanya sama-sama olahraga low impact, sering dilakukan di atas matras, dan gerakannya terlihat lembut serta terkontrol. Tidak heran banyak orang menganggap pilates dan yoga sama, hanya beda nama saja. Tapi, kalau kamu masih bingung pembahasan berikut akan menjelaskan beda pilates dan yoga. 

Baik yoga maupun pilates sama-sama bermanfaat untuk melatih fleksibilitas, postur, dan kekuatan tubuh. Jika dilakukan secara rutin, dua olahraga ini dapat meningkatkan kesadaran tubuh, membantu mengurangi nyeri, serta membuat kamu lebih peka terhadap gerakan dan napas sendiri. Namun, ketika ditelusuri lebih dalam, ternyata tidak sepenuhnya sama. Lalu, sebenarnya apa beda yoga dan pilates? Simak. 

Perbedaan Pilates dan Yoga

Beda Pilates dan Yoga
Yan Krukau – Pexels

Pilates dan yoga sama-sama digemari karena relatif aman dan memiliki risiko cedera yang rendah. Meski terlihat serupa di permukaan, keduanya lahir dari latar belakang yang berbeda dan dikembangkan dengan tujuan yang tidak sama. Berikut perbedaan pilates dan yoga bisa kamu pahami dari beberapa aspek penting ini.

1. Asal dan Latar Belakang

Pilates merupakan metode latihan modern yang dikembangkan oleh Joseph Pilates pada awal abad ke-20. Awalnya, latihan ini dirancang untuk membantu rehabilitasi tentara dan penari yang mengalami cedera. Fokus utama pilates adalah penguatan otot inti, kontrol gerak, serta keselarasan postur tubuh agar tubuh dapat bergerak lebih efisien dan aman.

Sedangkan yoga memiliki akar sejarah yang jauh lebih panjang. Yoga telah dipraktikkan selama kurang lebih 5.000 tahun dan berasal dari India. Sejak awal, yoga bukan hanya dipandang sebagai olahraga fisik, tetapi juga sebagai latihan spiritual yang menggabungkan gerakan tubuh (asanas), teknik pernapasan (pranayama), dan meditasi untuk mencapai keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa.

2. Penggunaan Alat

Dalam praktiknya, pilates dikenal sebagai latihan yang cukup fleksibel dalam penggunaan alat bantu. Selain matras, pilates sering menggunakan reformer, pilates ring, resistance band, gym ball, hingga foam roller. Alat-alat ini membantu menciptakan resistensi, menambah variasi gerakan, serta meningkatkan efektivitas latihan, terutama untuk penguatan otot inti dan stabilitas tubuh.

Sementara itu, yoga cenderung lebih minimalis. Umumnya, kamu hanya membutuhkan matras yoga untuk mencegah tergelincir dan menjaga kenyamanan saat berpindah pose. Meski begitu, dalam kelas yoga modern, alat bantu seperti yoga block, strap, selimut, atau bolster juga sering digunakan untuk membantu menyempurnakan pose dan memberikan dukungan tambahan, terutama bagi pemula.

3. Karakter Gerakan

Pilates dan yoga sama-sama melatih kelenturan dan kekuatan, tetapi pendekatan gerakannya berbeda. Pilates berfokus pada gerakan yang terkontrol, presisi tinggi, dan sering kali dilakukan secara berulang. Setiap gerakan pilates dirancang untuk melibatkan otot inti dan menuntut kesadaran penuh terhadap posisi tubuh.

Di sisi lain, yoga menekankan akurasi pose dan transisi yang mengalir. Dalam satu sesi, kamu akan melakukan rangkaian pose dengan urutan tertentu, tergantung jenis yoga yang dipraktikkan. Gerakannya cenderung lebih variatif, mulai dari yang statis hingga dinamis, dengan tujuan menciptakan keseimbangan dan aliran energi dalam tubuh.

Baca Juga: Apa Itu Senam Aerobik? Olahraga Ringan yang Bikin Happy!

Olahraga Yoga
Yan Krukau – Pexels

4. Metode dan Pendekatan Latihan

Beda pilates dan yoga yang paling terasa terletak pada metode latihannya. Pilates berangkat dari keyakinan bahwa tubuh yang kuat dan selaras akan mendukung aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Oleh karena itu, pilates sangat fokus pada efisiensi gerak, stabilitas, dan pencegahan cedera. Yoga memiliki pendekatan yang lebih holistik dan spiritual. 

Selain melatih fisik, yoga juga mengajak kamu untuk melatih kesadaran diri, ketenangan pikiran, serta pengelolaan emosi. Melakukan meditasi dan mengatur pernapasan menjadi bagian penting dalam yoga, sehingga latihan ini sering dipilih oleh mereka yang mencari ketenangan batin, bukan sekadar kebugaran fisik.

5. Teknik Pernapasan

Teknik pernapasan merupakan elemen penting dalam kedua latihan ini, meski cara penerapannya berbeda. Dalam pilates, pernapasan dilakukan secara fungsional, mirip dengan olahraga pada umumnya, yaitu menarik napas melalui hidung dan menghembuskannya lewat mulut. Pernapasan ini membantu menjaga ritme gerakan dan mendukung stabilitas otot inti.

Dalam yoga, teknik pernapasan memiliki peran yang lebih dalam. Salah satu teknik yang sering digunakan, terutama dalam Vinyasa dan Ashtanga, adalah ujjayi pranayama. Pernapasan ini dilakukan melalui hidung dengan irama tertentu untuk membantu tubuh menjadi lebih rileks, meningkatkan fokus, dan menciptakan koneksi antara napas dan gerakan.

6. Tujuan Latihan

Pilates umumnya bertujuan untuk memperkuat persendian, memperbaiki postur, dan meningkatkan kekuatan inti tubuh. Sifatnya yang terkontrol dan low impact, membuat pilates sering direkomendasikan sebagai latihan pemulihan pasca cedera atau untuk mencegah cedera di kemudian hari. 

Yoga memiliki tujuan yang lebih luas. Selain meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan, yoga berfokus pada keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Latihan ini cocok untuk kamu yang sedang mengalami stres, kelelahan mental, atau ingin meluangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri di tengah rutinitas yang padat.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Earphone Olahraga Agar Lebih Nyaman

Manfaat Yoga dan Pilates yang Berbeda

Manfaat Yoga dan Pilates
Lê Đức – Pexels

Karena tujuan dan pendekatannya berbeda, manfaat yang ditawarkan yoga dan pilates pun tidak sama. Yoga lebih menitikberatkan pada relaksasi, pengelolaan stres, dan keseimbangan emosional. Dengan rutin berlatih yoga, kamu bisa merasakan tubuh yang lebih lentur, pikiran yang lebih tenang, kualitas tidur yang membaik, hingga konsentrasi yang meningkat.

Pilates, sebaliknya, fokus pada penguatan otot inti, stabilitas tulang belakang, dan keseimbangan otot. Latihan ini sangat efektif untuk memperbaiki postur, mengurangi nyeri punggung, serta meningkatkan koordinasi dan mobilitas tubuh. Tidak sedikit orang merasakan tubuh yang lebih kuat, ramping, dan berenergi setelah rutin melakukan pilates.

Mana yang Lebih Baik?

Pertanyaan tentang mana yang lebih baik antara yoga dan pilates sebenarnya tidak memiliki jawaban mutlak. Semuanya kembali pada tujuan dan kebutuhanmu. Jika kamu mencari olahraga yang membantu menenangkan pikiran, meredakan stres, dan memperkuat koneksi antara tubuh dan jiwa, yoga bisa menjadi pilihan yang tepat.

Namun, jika fokusmu adalah memperbaiki postur, memperkuat otot inti, atau mendukung proses pemulihan tubuh, pilates bisa menjadi opsi yang lebih sesuai. Bahkan, tidak sedikit orang yang mengkombinasikan yoga dan pilates dalam rutinitas mingguan mereka untuk mendapatkan manfaat yang lebih seimbang.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Headset Olahraga Murah dari JETE

 

Pilates dan Yoga
Ahmet Kurt – Pexels

Setelah memahami perbedaan yoga dan pilates, keduanya sama-sama menawarkan manfaat besar bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Hal terpenting adalah memilih latihan yang sesuai dengan kebutuhan, kondisi tubuh, dan tujuan pribadi kamu. Agar latihan semakin optimal, penggunaan perangkat olahraga yang mendukung kenyamanan dan keamanan juga perlu diperhatikan.

Untuk meningkatkan kualitas latihan yoga atau pilates di rumah, kamu bisa menggunakan smartwatch JETE LUXE yang membantu memantau detak jantung, durasi latihan, serta mencatat data aktivitas secara otomatis. Temukan berbagai perangkat pendukung pilates dan yoga di JETE Indonesia, dan untuk rekomendasi atau konsultasi lebih lanjut, kamu bisa langsung menghubungi WhatsApp JETE Indonesia.

Artikel terkait:

Januari 17, 2026

Januari 13, 2026

Januari 8, 2026

Januari 3, 2026

Januari 2, 2026

Desember 31, 2025

About the author, JETE Contributor

Butuh Bantuan?

Hubungi CS JETE

Hubungi CS Sesuai Kebutuhan Anda

icon