JETE – Power station kini menjadi solusi praktis untuk menjaga kebutuhan listrik tetap aman saat terjadi pemadaman maupun ketika berada di area dengan akses listrik terbatas. Perangkat ini mampu menyuplai daya untuk berbagai kebutuhan mulai dari alat elektronik rumah tangga, perangkat kerja, hingga gadget harian sehingga aktivitas tetap berjalan lebih nyaman.
Dengan kapasitas baterai besar, port lengkap, dan desain portabel, power station juga semakin populer digunakan untuk rumah, camping, maupun kebutuhan darurat. Lalu seperti apa spesifikasi dan fitur yang ditawarkan power station untuk rumah? Selengkapnya bisa kamu simak di bawah ini.
Konten dalam artikel ini
ToggleMengapa Harus Menggunakan Power Station?

Di banyak daerah Indonesia seperti wilayah pedalaman, area tambang, hingga lokasi proyek terpencil, listrik masih sering menjadi kendala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemadaman bisa terjadi kapan saja dan di beberapa tempat listrik bahkan hanya menyala pada jam tertentu. Kondisi ini membuat banyak orang membutuhkan sumber listrik cadangan yang praktis dan mudah digunakan.
Karena itulah power station kini semakin populer sebagai solusi energi portabel yang bisa diandalkan untuk rumah, pekerjaan, hingga kebutuhan darurat. Berbeda dengan genset yang membutuhkan bahan bakar dan menghasilkan suara bising, power station menggunakan baterai isi ulang sehingga lebih senyap, praktis, dan ramah lingkungan untuk penggunaan jangka panjang.
Power station juga hadir dengan berbagai fitur yang membuat penggunaannya semakin nyaman. Kapasitas baterai besar memungkinkan perangkat ini menyalakan lampu, mengisi daya smartphone, laptop, radio, modem, hingga beberapa alat elektronik rumah tangga saat listrik padam.
Selain itu, tersedia berbagai pilihan port seperti USB, Type-C, AC output, hingga DC output sehingga bisa digunakan untuk banyak perangkat sekaligus. Desainnya yang portabel membuat power station mudah dibawa saat camping, perjalanan outdoor, atau digunakan di area dengan akses listrik terbatas. Dalam kondisi darurat seperti cuaca buruk atau pemadaman mendadak, perangkat ini bisa menjadi sumber energi cadangan yang membantu aktivitas tetap berjalan dengan aman dan nyaman.
Baca juga: Power Station vs UPS: Mana Pilihan Tepat untuk Catu Daya Cadangan?
Manfaat Power Station untuk Rumah

Sebelum membahas lebih jauh, penting memahami bahwa power station bukan hanya digunakan untuk keadaan darurat. Perangkat ini juga dapat membantu menjaga kenyamanan dan produktivitas sehari-hari di rumah.
1. Membantu Saat Listrik Sering Padam
Bagi rumah yang berada di wilayah dengan pasokan listrik kurang stabil, pemadaman listrik bisa menjadi masalah yang cukup mengganggu. Aktivitas seperti bekerja dari rumah, belajar online, memasak, hingga penggunaan internet bisa terhenti ketika listrik mati mendadak. Situasi seperti ini tentu dapat mengganggu produktivitas dan aktivitas keluarga.
Dengan adanya power station, beberapa perangkat penting tetap dapat digunakan meskipun listrik utama sedang padam. Lampu rumah, modem WiFi, kipas angin, smartphone, hingga laptop dapat terus menyala sehingga aktivitas harian tidak terganggu. Ini membuat rumah tetap terasa nyaman meskipun sedang terjadi gangguan listrik.
2. Menjaga Perangkat Penting Tetap Menyala
Beberapa perangkat rumah tangga tidak bisa dibiarkan mati terlalu lama. Kulkas misalnya, membutuhkan daya terus-menerus agar makanan tetap segar. Selain itu, banyak rumah sekarang menggunakan CCTV, router internet, atau perangkat keamanan yang perlu tetap aktif selama 24 jam.
Power station membantu menjaga perangkat-perangkat penting tersebut tetap berjalan sementara waktu hingga listrik kembali normal. Dengan begitu, pengguna tidak perlu khawatir kehilangan akses internet, sistem keamanan rumah mati, atau makanan di kulkas cepat rusak akibat pemadaman yang terlalu lama.
3. Alternatif yang Lebih Aman Dibanding Genset
Selama ini genset sering menjadi pilihan sumber listrik cadangan untuk rumah. Namun, genset memiliki beberapa kekurangan seperti suara mesin yang cukup bising, penggunaan bahan bakar, serta emisi gas buang yang kurang nyaman digunakan di lingkungan rumah.
Power station menawarkan solusi yang lebih praktis dan aman karena tidak menghasilkan asap maupun suara keras. Pengguna juga tidak perlu membeli bensin atau solar secara berkala. Pengoperasiannya jauh lebih sederhana karena cukup mengisi daya baterai dan menggunakannya saat dibutuhkan.
4. Fleksibel untuk Berbagai Kebutuhan Rumah
Power station dapat digunakan untuk berbagai perangkat elektronik rumah tangga. Mulai dari mengisi daya smartphone, menyalakan lampu, televisi, modem internet, kipas angin, hingga perangkat elektronik lainnya. Terlebih lagi beberapa rumah memiliki kapasitas listrik terbatas yang membuatnya tidak bisa menggunakan perangkat dengan watt yang lebih besar.
Beberapa model dengan kapasitas besar bahkan dapat digunakan untuk perangkat dengan konsumsi daya lebih tinggi seperti kulkas, rice cooker, microwave, oven, pompa air kecil, atau peralatan dapur tertentu. Hal ini membuat power station menjadi perangkat multifungsi yang berguna di berbagai situasi.
5. Bisa Digunakan Saat Bekerja dari Rumah
Saat ini semakin banyak orang yang bekerja secara remote atau menjalankan usaha dari rumah. Koneksi internet dan perangkat elektronik menjadi bagian penting dari pekerjaan sehari-hari. Ketika listrik mati, pekerjaan bisa ikut terhenti.
Power station dapat menjaga laptop, modem WiFi, monitor, hingga smartphone tetap aktif. Dengan demikian pekerjaan tetap berjalan normal tanpa harus menunggu listrik menyala kembali. Perangkat ini sangat cocok bagi kamu yang bekerja di bidang trading, saham, editor, dan lainnya yang membutuhkan listrik nyalam 24 jam penuh.
6. Bisa Dikombinasikan dengan Panel Surya
Salah satu keunggulan power station modern adalah kemampuannya untuk diisi ulang menggunakan panel surya. Hal ini sangat berguna bagi rumah yang berada di daerah dengan akses listrik terbatas atau lokasi yang sering mengalami pemadaman.
Selain lebih hemat dalam jangka panjang, penggunaan panel surya juga lebih ramah lingkungan. Pengguna dapat memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik tambahan tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan listrik utama.
Baca juga: Portable Power Station vs Genset: Solusi Kebutuhan Listrik Saat Darurat
Berapa Kapasitas Power Station yang Cocok untuk Rumah?

Pemilihan kapasitas power station sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan perangkat yang digunakan di rumah. Banyak orang sering melihat kapasitas listrik rumah seperti 900 VA atau 1300 VA lalu menganggap semua perangkat bisa digunakan bersamaan. Padahal setiap perangkat memiliki kebutuhan daya yang berbeda, terutama alat elektronik dengan konsumsi listrik tinggi.
Sebagai contoh, rumah dengan daya 900 VA biasanya cukup untuk kebutuhan dasar seperti lampu, televisi, kipas angin, dan beberapa perangkat kecil lainnya. Namun, saat perangkat dengan daya besar digunakan secara bersamaan, listrik bisa langsung turun atau MCB mati. Misalnya, ketika seseorang sedang menggunakan hair dryer sekitar 800–1200 W, microwave sekitar 800–1500 W, atau oven listrik sekitar 1000–2000 W, kapasitas listrik rumah bisa cepat penuh.
Pada rumah dengan daya 1300 VA kondisinya memang sedikit lebih longgar, tetapi masalah yang sama tetap bisa terjadi. Misalnya televisi, kulkas, mesin cuci, dan beberapa lampu sudah menyala, lalu ditambah penggunaan rice cooker (300–700W), setrika (300–600W), hair dryer (800–1200W), atau pompa air (250–500W) secara bersamaan. Beban listrik yang terlalu tinggi bisa membuat penggunaan menjadi kurang nyaman.
Di situ power station dapat menjadi solusi tambahan. Karena, saat microwave atau hair dryer digunakan, beberapa perangkat lain seperti laptop, Wi‑Fi, lampu, televisi, atau perangkat kerja dapat dipindahkan ke power station. Beban listrik rumah menjadi lebih ringan sehingga risiko listrik turun bisa dikurangi, terutama saat banyak perangkat digunakan bersamaan.
Sebagai gambaran kebutuhan daya beberapa perangkat rumah tangga:
- Lampu LED: 10–20W
- Modem WiFi: 10–15W
- Laptop: 40–100W
- Televisi: 60–150W
- Kipas angin: 40–75W
- Rice cooker: 300–700W
- Setrika: 300–600W
- Pompa air: 250–500W
- Hair dryer: 800–1200W
- Microwave: 800–1500W
- Oven listrik: 1000–2000W
- Kulkas: 100–250W
Jika hanya untuk kebutuhan dasar seperti lampu, smartphone, laptop, dan WiFi, kapasitas 300–500Wh biasanya cukup. Namun, jika ingin menjalankan perangkat lebih banyak atau membantu mengurangi beban listrik rumah, kapasitas 1000–2000 Wh atau lebih akan jauh lebih nyaman digunakan.
Baca juga: Jangan Asal Pakai! Begini 7 Cara Merawat Portable Power Station yang Benar
Penutup
Power station menjadi solusi praktis untuk menjaga kebutuhan listrik tetap aman di berbagai kondisi, baik saat pemadaman mendadak, aktivitas outdoor, maupun di area dengan akses listrik terbatas. Dengan kapasitas baterai besar, port lengkap, dan desain portabel, perangkat ini membantu berbagai aktivitas tetap berjalan lebih nyaman tanpa perlu khawatir kehabisan daya.
Kalau kamu sedang mencari power station berkualitas untuk kebutuhan rumah, camping, hingga kebutuhan darurat, kamu bisa membelinya di JETE Indonesia. Tersedia berbagai pilihan power station dengan kualitas terbaik yang cocok untuk penggunaan harian maupun situasi darurat. Untuk informasi produk, ketersediaan stock, dan pemesanan lebih lanjut, kamu juga bisa langsung menghubungi admin JETE melalui WhatsApp.
Rekomendasi Produk JETE Power Station Terbaik di jete.id
-
Power Station JETE PS300
Rp 3.299.900 -
Power Station JETE PS3600
Rp 42.999.000Original price was: Rp 42.999.000.Rp 36.999.000Current price is: Rp 36.999.000. -
Power Station JETE PS2400
Rp 20.999.000Original price was: Rp 20.999.000.Rp 16.999.000Current price is: Rp 16.999.000. -
Power Station JETE PS1200
Rp 12.299.000Original price was: Rp 12.299.000.Rp 9.999.000Current price is: Rp 9.999.000. -
Power Station JETE PS800
Rp 7.999.000Original price was: Rp 7.999.000.Rp 5.999.000Current price is: Rp 5.999.000.
Subscribe JETE Newsletter!
Selalu update informasi teknologi terkini.
Subscribe JETE Newsletter sekarang juga!

