JETE – Pengisian daya cepat kini bukan lagi sekadar fitur tambahan pada gadget, terutama ketika smartphone, tablet, hingga laptop semakin sering digunakan sepanjang hari. Apa itu PPS charger menjadi pertanyaan yang relevan karena teknologi ini menawarkan cara pengisian daya yang lebih adaptif dibandingkan charger dengan tegangan tetap.
PPS atau Programmable Power Supply merupakan teknologi pengisian cepat yang menjadi bagian dari USB Power Delivery (USB PD) 3.0. Teknologi ini memungkinkan charger dan perangkat berkomunikasi untuk menyesuaikan tegangan serta arus secara dinamis selama proses pengisian, sehingga daya yang diberikan bisa lebih sesuai dengan kondisi perangkat. Yuk, cari tahu lebih banyak!
Apa Itu PPS Charger?
PPS charger adalah charger yang mendukung teknologi Programmable Power Supply, yaitu sistem pengisian daya yang dapat mengatur tegangan dan arus secara dinamis berdasarkan kebutuhan perangkat. Teknologi ini diperkenalkan sebagai fitur opsional pada standar USB Power Delivery 3.0 pada 2017.
Berbeda dari sistem pengisian dengan profil daya tetap, PPS memungkinkan perangkat meminta penyesuaian daya secara lebih fleksibel. Charger tidak hanya memilih satu profil seperti 5V, 9V, 15V, atau 20V, tetapi dapat melakukan penyesuaian output dalam langkah yang lebih kecil. Cara kerja tersebut membuat penyaluran daya menjadi lebih presisi.
Cara Kerja Teknologi PPS
Memahami cara kerja teknologi PPS, bayangkan charger biasa memiliki beberapa pilihan output yang sudah ditentukan. Misalnya, charger menyediakan 5V/3A, 9V/3A, atau 20V/5A. Perangkat kemudian memilih profil yang paling sesuai dari pilihan tersebut. PPS bekerja dengan pendekatan yang lebih fleksibel.
Perangkat yang mendukung PPS dapat meminta charger untuk melakukan penyesuaian kecil terhadap tegangan dan arus selama proses pengisian. Dalam sumber yang diberikan, penyesuaian tegangan tersebut dapat dilakukan dalam langkah kecil, misalnya 20mV. Pada tahap awal, perangkat dapat menerima daya lebih tinggi. Ketika kapasitas baterai semakin bertambah, proses pengisian secara alami melambat untuk mengurangi tekanan dan panas.
Baca Juga: 15+ Rekomendasi Charger HP yang Bagus dari JETE

PPS vs USB PD: Apa Bedanya?
PPS dan USB PD sebenarnya bukan dua teknologi yang sepenuhnya terpisah. PPS merupakan fitur tambahan pada USB Power Delivery 3.0. Keduanya justru dapat bekerja bersama dalam satu sistem pengisian daya. USB PD standar menggunakan profil tegangan tertentu. Perangkat akan bernegosiasi dengan charger untuk menentukan profil daya yang dapat digunakan.
Sementara itu, PPS memungkinkan negosiasi tersebut berlangsung lebih fleksibel dengan penyesuaian tegangan dan arus secara dinamis. Sederhananya, USB PD menyediakan kerangka pengiriman daya melalui USB-C, sedangkan PPS membuat pengaturan dayanya menjadi lebih adaptif. Perbedaan ini dapat memberikan keuntungan terutama pada perangkat yang memang mendukung PPS.
Mengapa PPS Membuat Pengisian Lebih Efisien?
Salah satu alasan PPS banyak diperhatikan adalah kemampuannya dalam mengatur penyaluran daya. Tegangan dan arus dapat disesuaikan dengan kondisi perangkat, kehilangan energi selama proses konversi dapat diminimalkan. Efisiensi tersebut juga berkaitan dengan panas. Semakin sedikit energi yang terbuang, semakin rendah pula potensi panas yang dihasilkan selama pengisian.
Pengelolaan panas yang lebih baik dapat membantu mengurangi beban pada komponen dan baterai. Bukan berarti setiap charger PPS otomatis membuat baterai tidak mengalami penurunan kapasitas. Namun, berdasarkan sumber yang digunakan, pengaturan daya dan suhu yang lebih baik dapat membantu menjaga kondisi baterai dalam penggunaan jangka panjang.
Perangkat Apa Saja yang Mendukung PPS?
PPS banyak digunakan pada smartphone Android modern, khususnya perangkat flagship yang menawarkan teknologi pengisian cepat melalui USB-C. Beberapa model Samsung Galaxy, termasuk Galaxy S20, Note 10, S20 Ultra, S21, S22, serta Galaxy Z Flip 3 disebut sebagai perangkat yang mendukung PPS.
Selain smartphone, sejumlah tablet, power bank, aksesori USB-C, dan laptop tertentu juga mendukung teknologi ini. Namun, dukungannya tetap bergantung pada perangkat masing-masing. Bagian terpenting adalah charger dan perangkat sama-sama harus mendukung PPS agar fitur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
PPS dan GaN: Apa Hubungannya?
Kalau kamu sering mencari charger modern, kemungkinan besar kamu akan menemukan istilah PPS dan GaN dalam satu spesifikasi. Keduanya memang sering dipasangkan, tetapi sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda. PPS merupakan teknologi atau protokol pengisian daya, sedangkan GaN atau gallium nitride merupakan material semikonduktor yang digunakan dalam desain charger.
GaN membantu menghasilkan charger yang lebih ringkas dan efisien, sedangkan PPS membantu mengatur penyaluran daya dengan lebih presisi. Kombinasi keduanya menjadi menarik untuk charger berdaya tinggi seperti 30W, 45W, 65W, 100W, hingga charger USB-C multiport. Charger berbasis GaN dapat dibuat lebih ringkas, sementara PPS memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan daya untuk perangkat yang kompatibel.
Baca Juga: Apa Itu Power Delivery dan Kenapa Charger Kamu Harus Punya Fitur Ini

Tips Memilih Charger PPS
Setelah memahami apa itu PPS charger dan cara kerjanya, langkah berikutnya adalah memastikan charger yang kamu pilih memang sesuai kebutuhan. Jangan hanya terpaku pada angka watt karena daya maksimum bukan satu-satunya faktor yang menentukan performa pengisian. Simak tips berikut.
1. Periksa Dukungan PPS
Langkah pertama yang perlu diperiksa adalah apakah charger benar-benar mencantumkan dukungan PPS pada spesifikasinya. Charger dengan tulisan “fast charging” belum tentu otomatis mendukung PPS. Cek spesifikasi produk dan pastikan PPS disebutkan secara jelas. Kamu juga perlu mencocokkannya dengan spesifikasi smartphone, tablet, atau perangkat lain yang ingin digunakan.
2. Sesuaikan Daya dengan Perangkat
Watt tetap penting karena menentukan kemampuan maksimum charger dalam menyediakan daya. Namun, angka besar tidak otomatis berarti perangkat akan menerima daya sebesar itu. Misalnya, charger 65W belum tentu memberikan pengisian PPS 65W kepada smartphone. Output yang diterima tetap bergantung pada kemampuan perangkat dan profil daya yang didukung.
3. Cek Dukungan USB PD
PPS termasuk bagian dari USB PD 3.0, oleh karena itu USB Power Delivery juga penting untuk diperhatikan. Charger dengan kombinasi PD dan PPS akan lebih fleksibel untuk digunakan bersama berbagai perangkat USB-C. Kombinasi tersebut juga membantu charger tetap relevan ketika kamu menggunakannya untuk perangkat yang tidak mendukung PPS tetapi mendukung USB PD standar.
4. Perhatikan Rentang Tegangan dan Arus
Periksa juga rentang tegangan dan arus yang tersedia pada output charger. Informasi tersebut membantu kamu mengetahui bagaimana charger menyalurkan daya dan apakah profilnya sesuai dengan kebutuhan perangkat. Semakin jelas spesifikasi yang diberikan produsen, semakin mudah kamu memastikan kompatibilitasnya.
5. Pilih Charger dengan Perlindungan Keamanan
Charger PPS yang baik seharusnya memiliki sistem perlindungan untuk membantu menjaga proses pengisian tetap aman. Beberapa perlindungan yang perlu diperhatikan antara lain over-voltage protection, over-current protection, perlindungan hubung singkat, dan perlindungan terhadap suhu berlebih. Desain termal juga penting, terutama pada charger dengan daya tinggi.
6. Pertimbangkan Teknologi GaN
Jika kamu sering bepergian atau membutuhkan charger dengan daya besar tetapi tetap ringkas, charger berbasis GaN bisa menjadi pilihan menarik. GaN membantu produsen membuat charger dengan ukuran lebih kecil dan efisiensi konversi daya yang baik. Ketika dipadukan dengan PPS, hasilnya adalah charger yang dapat memberikan daya tinggi sekaligus menawarkan pengaturan daya yang lebih adaptif.
7. Periksa Kualitas Kabel USB-C
Charger PPS saja tidak cukup. Kabel juga menjadi bagian dari sistem pengisian. Gunakan kabel USB-C berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan daya perangkat. Kabel yang tidak sesuai dapat membuat kemampuan pengisian tidak optimal. Ketika membeli charger PPS, jangan mengabaikan spesifikasi kabel yang digunakan.
8. Pertimbangkan Jumlah dan Distribusi Port
Kalau kamu menggunakan beberapa gadget sekaligus, jumlah port menjadi faktor yang tidak kalah penting. Charger multiport memang praktis, tetapi kamu perlu memperhatikan bagaimana total daya dibagi ketika beberapa port digunakan bersamaan. Charger yang memiliki output besar pada satu port belum tentu memberikan daya maksimum tersebut ketika seluruh port aktif.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Charger Terbaik yang Bisa Kamu Pilih!
Penutup
Pemahaman tentang apa itu PPS charger bukan hanya soal charger yang mampu mengisi daya lebih cepat. PPS menawarkan sistem pengisian yang lebih adaptif dengan menyesuaikan tegangan dan arus berdasarkan kebutuhan perangkat. Pendekatan tersebut dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus mengelola panas selama proses pengisian.
Namun, manfaatnya baru bisa dirasakan secara optimal jika perangkat dan charger sama-sama mendukung PPS. Sekarang, kamu bisa lebih mudah membedakan charger biasa, USB PD, PPS, maupun charger berbasis GaN sebelum menentukan pilihan. Temukan lebih banyak kebutuhan mobile power connectivity yang bisa menunjang aktivitasmu hanya di JETE!

