20

July

7 Cara Mengatasi Booting Lama pada PC dan Laptop Windows

JETE – Booting Windows yang lama tentu bisa membuat aktivitasmu terganggu, apalagi saat kamu ingin segera menggunakan komputer untuk bekerja, belajar, atau bermain game. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pengaturan sistem hingga performa perangkat keras. Tenang, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya. Simak selengkapnya di bawah ini.

Cara Mengatasi Booting Lama pada Windows

Setiap komputer dapat mengalami penyebab booting lambat yang berbeda. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan setiap langkah berikut secara bertahap hingga menemukan solusi yang paling efektif. Selain membantu mempercepat proses startup, beberapa cara berikut juga dapat meningkatkan performa komputer secara keseluruhan.

1. Nonaktifkan Program Startup yang Tidak Diperlukan

Salah satu penyebab paling umum booting Windows menjadi lambat adalah terlalu banyak aplikasi yang berjalan secara otomatis saat komputer dinyalakan. Semakin banyak program yang dimuat pada proses startup, semakin besar pula beban yang harus diproses Windows sebelum perangkat siap digunakan.

JETE Back to SCHOOL - Hemat hingga 77% + Extra Voucher Diskon up to 7% & Gratis Ongkir [Klik Di sini]

kamu dapat membuka Task Manager melalui kombinasi tombol Ctrl + Shift + Esc, kemudian masuk ke menu Startup Apps atau Startup. Periksa daftar aplikasi yang memiliki dampak tinggi (High Impact) dan nonaktifkan program yang tidak perlu berjalan saat startup. Namun, sebaiknya tetap biarkan aplikasi penting seperti antivirus atau driver perangkat tetap aktif agar sistem berjalan dengan normal.

2. Periksa Pengaturan Fast Startup

Windows memiliki fitur Fast Startup yang dirancang untuk mempercepat proses booting dengan menyimpan sebagian informasi sistem sebelum komputer dimatikan. Pada banyak perangkat, fitur ini dapat membantu mempercepat startup, tetapi pada beberapa komputer justru dapat menyebabkan proses booting menjadi lebih lambat.

Kamu bisa mencoba mengaktifkan atau menonaktifkan Fast Startup untuk melihat pengaturan mana yang paling sesuai dengan perangkat. Pengaturan tersebut dapat diakses melalui Control Panel > Power Options > Choose what the power buttons do, kemudian pilih Change settings that are currently unavailable sebelum mengubah opsi Turn on Fast Startup.

Baca juga: Cara Merawat Laptop agar Awet: Simak 7+ Kebiasaan Sederhana Ini!

sc: GPT AI Image Generator

3. Perbarui Windows dan Driver Perangkat

Driver yang sudah usang atau tidak kompatibel dapat menyebabkan proses startup menjadi lebih lama karena Windows membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengenali perangkat keras. Hal yang sama juga dapat terjadi apabila sistem operasi belum mendapatkan pembaruan terbaru.

Pastikan kamu rutin menginstal pembaruan Windows melalui Windows Update dan memperbarui driver perangkat, terutama driver kartu grafis, chipset, serta media penyimpanan. Pembaruan tersebut umumnya membawa peningkatan kompatibilitas, perbaikan bug, dan optimasi performa yang dapat membantu mempercepat proses booting.

4. Bersihkan Ruang Penyimpanan dan Scan Malware

Kapasitas penyimpanan yang hampir penuh dapat memengaruhi performa sistem, termasuk memperlambat proses startup. Selain itu, file sementara, cache, hingga aplikasi yang sudah tidak digunakan juga dapat menambah beban kerja Windows saat dinyalakan.

Tidak hanya itu, malware atau virus juga dapat berjalan di latar belakang tanpa disadari dan mengonsumsi sumber daya komputer sejak proses booting dimulai. Oleh karena itu, lakukan pembersihan file yang tidak diperlukan menggunakan fitur bawaan Windows seperti Disk Cleanup atau Storage Sense, serta jalankan pemindaian antivirus secara berkala untuk memastikan sistem tetap bersih.

5. Optimalkan Pengaturan BIOS atau UEFI

Selain pengaturan di dalam Windows, proses booting juga dipengaruhi oleh konfigurasi BIOS atau UEFI. Beberapa motherboard menyediakan fitur Fast Boot yang dapat mempercepat proses inisialisasi perangkat keras sebelum Windows dijalankan.

Jika diperlukan, kamu juga dapat memeriksa urutan perangkat boot (Boot Priority) agar media penyimpanan utama berada pada urutan pertama. Dengan begitu, komputer tidak perlu memeriksa perangkat lain seperti DVD drive atau jaringan sebelum menjalankan sistem operasi.

Baca juga: Cara Mengatasi Your Connection Is Not Private, Ternyata Simpel!

Upgrade ke SSD
sc: PC Perspective

6. Upgrade ke SSD dan Tingkatkan Kapasitas RAM

Apabila komputer masih menggunakan Hard Disk Drive (HDD) sebagai media penyimpanan utama, menggantinya dengan Solid State Drive (SSD) merupakan salah satu cara paling efektif untuk mempercepat booting. SSD memiliki kecepatan baca dan tulis yang jauh lebih tinggi sehingga Windows dapat dimuat dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan HDD.

Selain media penyimpanan, kapasitas RAM juga memengaruhi performa startup. Jika RAM terlalu kecil, Windows akan lebih sering menggunakan virtual memory sehingga proses booting menjadi lebih lambat. Menambah kapasitas RAM dapat membantu sistem memuat aplikasi dan layanan dengan lebih cepat, terutama pada komputer yang digunakan untuk menjalankan banyak program.

7. Lakukan Pengaturan Lanjutan atau Reset Windows

Jika berbagai langkah di atas belum memberikan hasil yang optimal, kamu dapat mencoba beberapa pengaturan lanjutan, seperti menyesuaikan Virtual Memory (Paging File), mematikan fitur Windows Subsystem for Linux (WSL) apabila tidak digunakan, atau menjalankan pemeriksaan file sistem yang mengalami kerusakan.

Sebagai langkah terakhir, kamu dapat melakukan Reset This PC atau menginstal ulang Windows. Opsi ini dapat mengembalikan sistem ke kondisi yang lebih bersih sehingga berbagai masalah yang menyebabkan booting lambat dapat teratasi. Sebelum melakukan reset, pastikan seluruh data penting telah dicadangkan agar tidak hilang selama proses berlangsung.

Baca juga: Laptop Blue Screen? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Sebelum Semakin Parah

Penutup

Booting Windows yang lama memang dapat mengganggu produktivitas, tetapi sebagian besar penyebabnya masih bisa diatasi melalui pengaturan sistem maupun peningkatan perangkat keras. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara bertahap, proses startup dapat menjadi lebih cepat sehingga aktivitas bekerja, belajar, maupun bermain game terasa lebih nyaman.

Agar performa laptop tetap optimal saat digunakan dalam waktu lama, pastikan suhu perangkat tetap terjaga dengan menggunakan fan cooling laptop JETE. Sistem pendingin yang baik membantu menjaga suhu tetap stabil sehingga risiko penurunan performa akibat panas berlebih dapat diminimalkan.

Artikel terkait:

July 18, 2026

July 16, 2026

July 15, 2026

July 14, 2026

July 13, 2026

July 11, 2026

About the author, JETE Contributor

Butuh Bantuan?

Hubungi CS JETE

Hubungi CS Kami

icon

JETE Back to SCHOOL

Hemat hingga 77% + voucher Diskon 7% up to 70 Ribu
KUOTA TERBATAS!