JETE – Gempa bumi dapat terjadi tanpa tanda yang mudah dikenali, sehingga aplikasi pendeteksi gempa bisa membantu kamu mendapatkan informasi kejadian gempa dengan lebih cepat. Setiap aplikasi memiliki fitur dan sumber data yang berbeda, mulai dari informasi gempa hingga notifikasi peringatan dini. Lantas, apa saja aplikasi pendeteksi gempa bumi yang bisa kamu gunakan? Selengkapnya, simak daftarnya berikut ini.
Aplikasi Pendeteksi Gempa Bumi
Berikut beberapa rekomendasi aplikasi pendeteksi gempa bumi yang bisa kamu gunakan untuk mendapatkan informasi gempa secara lebih cepat. Setiap aplikasi memiliki fitur dan cakupan informasi yang berbeda, sehingga kamu bisa memilihnya sesuai kebutuhan.
1. Info BMKG

Info BMKG merupakan aplikasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang tersedia untuk Android dan iOS. BMKG mencatat aplikasi ini masih aktif pada 2026, dengan statistik hingga 31 Agustus 2026 mencapai lebih dari 17,2 juta unduhan Android dan sekitar 1,59 juta unduhan iOS. Aplikasi ini juga mendapatkan pembaruan pada 29 Juli 2026.
Untuk informasi gempa, Info BMKG menyediakan data gempa terkini dengan magnitudo M≥5, gempa yang dirasakan, serta informasi gempa secara real-time. Pengguna juga dapat melihat jarak lokasi gempa dari lokasi pengguna dan menerima notifikasi terkait gempa. Fitur tersebut membuat aplikasi ini relevan untuk masyarakat Indonesia yang ingin memperoleh informasi gempa dari sumber resmi pemerintah.
Baca juga: 7 Aplikasi untuk Format SD Card: Pilihan Ampuh untuk Kartu yang Bermasalah
2. InaEEWS

InaEEWS atau Indonesia Earthquake Early Warning System merupakan sistem peringatan dini gempa bumi yang dikembangkan dan diselenggarakan oleh BMKG. Aplikasi InaEEWS masih tersedia di Google Play dan mendapatkan pembaruan pada 19 Juli 2026 dengan versi 1.7.0. Dari sisi status aplikasi, ini menunjukkan bahwa pengembangan perangkat lunaknya masih berjalan pada 2026.
Meski demikian, ada catatan yang sangat penting. BMKG menegaskan pada 27 Februari 2026 bahwa InaEEWS belum beroperasi secara resmi untuk masyarakat luas dan masih berada dalam tahap pengembangan serta uji coba terbatas. BMKG juga memperingatkan adanya akun Telegram yang mengatasnamakan InaEEWS secara ilegal dan menyebarkan informasi peringatan gempa yang tidak berasal dari sistem resmi BMKG.
3. Earthquake Network

Earthquake Network merupakan aplikasi yang menggunakan jaringan smartphone untuk mendeteksi aktivitas seismik secara real-time. Aplikasi ini dikembangkan sebagai bagian dari proyek penelitian yang memanfaatkan akselerometer pada smartphone untuk membantu mendeteksi gempa. Informasi gempa juga dapat berasal dari jaringan seismik nasional dan internasional.
Aplikasi ini masih aktif pada 2026. Google Play mencatat Earthquake Network mendapatkan pembaruan pada 6 September 2026. Situs resminya juga menyediakan versi untuk Android, iOS, dan Huawei, serta menyebut adanya peringatan real-time dari jaringan smartphone dan laporan gempa dari pengguna.
Cara kerjanya berbeda dari aplikasi yang hanya mengambil data gempa dari satu lembaga. Smartphone pengguna dapat menjadi bagian dari jaringan sensor dengan memanfaatkan accelerometer. Ketika sistem mendeteksi pola gerakan yang konsisten dengan gempa, informasi dapat digunakan untuk menghasilkan peringatan bagi pengguna lain yang belum terkena gelombang tertentu.
4. LastQuake

LastQuake merupakan aplikasi resmi dari European-Mediterranean Seismological Centre atau EMSC. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan informasi gempa secara cepat sekaligus mengumpulkan laporan dari masyarakat yang merasakan gempa. EMSC mendapatkan data dari jaringan observatorium seismologi dari berbagai negara dan menggabungkannya dengan laporan masyarakat.
LastQuake masih aktif pada 2026. Google Play mencatat aplikasi tersebut diperbarui pada 31 Agustus 2026. Fitur yang tersedia mencakup informasi gempa secara real-time, notifikasi yang dapat disesuaikan, laporan saksi, foto dan video, serta informasi keselamatan setelah gempa.
Salah satu karakteristik LastQuake adalah pendekatan berbasis partisipasi masyarakat. Pengguna dapat melaporkan apakah mereka merasakan gempa dan memberikan informasi mengenai kondisi yang terjadi di lokasi. Data tersebut membantu EMSC memperkirakan dampak gempa dengan lebih cepat.
Baca juga: 7 Aplikasi Cek Plagiarisme: Cara Efektif Jaga Keaslian Karya Tulis Kamu
5. My Earthquake Alerts

My Earthquake Alerts merupakan aplikasi pemantauan gempa yang menyediakan peta gempa secara langsung, notifikasi, serta informasi mengenai lokasi, kedalaman, magnitudo, dan jarak gempa dari pengguna. Aplikasi ini menggunakan data dari berbagai jaringan gempa dunia, termasuk USGS dan EMSC.
Status aplikasinya juga masih aktif pada 2026. Versi iPhone dan iPad mendapatkan berbagai pembaruan sepanjang 2026, termasuk perbaikan bug dan pembaruan fitur. App Store Indonesia juga masih mencantumkan aplikasi tersebut, sementara Google Play mencatat pembaruan Android pada 27 Agustus 2026.
Salah satu fitur yang berguna adalah kemampuan mengatur notifikasi sesuai kebutuhan. Pengguna dapat memantau gempa berdasarkan lokasi dan melihat riwayat kejadian dalam jangka panjang. Aplikasi ini juga menyediakan peta untuk membantu melihat persebaran gempa di berbagai wilayah dunia. Deskripsi aplikasinya menyebut pengguna akan menerima informasi tidak lama setelah gempa terjadi.
6. MyShake

MyShake merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh University of California, Berkeley Seismology Lab. Aplikasi ini memiliki dua fungsi yang perlu dibedakan. Pertama adalah memberikan informasi dan notifikasi gempa, sedangkan fungsi lainnya adalah memanfaatkan sensor smartphone sebagai bagian dari jaringan seismik berbasis masyarakat.
MyShake memang menyediakan earthquake early warning, tetapi cakupan peringatan dini publiknya tidak berlaku untuk Indonesia. Situs resmi MyShake saat ini menyebut layanan peringatan berbasis USGS ShakeAlert tersedia di California, Oregon, dan Washington. Sistem tersebut dirancang untuk memberikan peringatan beberapa detik sebelum guncangan tiba pada lokasi tertentu.
Di luar wilayah tersebut, MyShake tetap dapat digunakan untuk memperoleh informasi gempa dan berpartisipasi dalam jaringan seismik global. Situs Berkeley menyebut MyShake telah digunakan oleh pengguna di lebih dari 80 negara dan smartphone dapat berperan sebagai sensor untuk penelitian gempa.
Ada satu hal yang juga perlu diperhatikan. Berkeley secara eksplisit membedakan earthquake notifications dengan EEW alerts. Notifikasi gempa biasa dikirim setelah kejadian dan bukan merupakan peringatan dini. Karena itu, pengguna Indonesia tidak sebaiknya menginstal MyShake dengan asumsi akan memperoleh layanan ShakeAlert seperti pengguna di wilayah Amerika Serikat yang didukung.
7. Seismology: Earthquake Alerts3

Seismology: Earthquake Alerts merupakan aplikasi pemantauan gempa yang menggabungkan informasi dari sejumlah jaringan seismik. Deskripsi Google Play mencantumkan sumber seperti USGS, CSN, SSN, EMSC, GeoNet, JMA, serta informasi tsunami dari NOAA. Aplikasi tersebut masih aktif dan tercatat mendapatkan pembaruan pada 8 September 2026.
Keunggulan utama aplikasi semacam ini adalah kemampuan mengumpulkan informasi dari berbagai jaringan dalam satu antarmuka. Pengguna dapat menggunakannya untuk memantau kejadian gempa yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk ketika sumber informasi berasal dari lembaga seismologi berbeda.
Baca juga: 7 Aplikasi Scan Barcode Terbaik untuk Android dan iOS 2026
Apakah Aplikasi Pendeteksi Bisa Memberi Peringatan Sebelum Gempa?

Aplikasi pendeteksi gempa tidak dapat memprediksi secara pasti kapan dan di mana gempa tektonik akan terjadi. Sistem earthquake early warning atau EEW bekerja dengan mendeteksi gempa yang sudah mulai terjadi lalu memberikan peringatan kepada wilayah yang belum terkena guncangan kuat.
Misalnya, Earthquake Network menggunakan jaringan smartphone untuk mendeteksi gempa secara real-time. MyShake memanfaatkan sistem ShakeAlert untuk layanan EEW di California, Oregon, dan Washington. Sementara itu, Info BMKG menyediakan informasi gempa dan notifikasi berdasarkan sistem pemantauan BMKG di Indonesia.
Artinya, notifikasi yang diterima bukanlah prediksi gempa dan peringatan EEW bisa datang hanya beberapa detik sebelum guncangan atau bahkan setelah guncangan mulai terjadi. Kondisinya bergantung pada jarak pengguna dari sumber gempa serta karakteristik kejadian.
Bagi pengguna di Indonesia, cakupan layanan juga perlu diperhatikan saat memilih aplikasi. Info BMKG secara khusus menyediakan informasi gempabumi di Indonesia dan tersedia secara resmi di Android serta iOS. BMKG juga mencatat jutaan unduhan aplikasinya pada kedua platform hingga Agustus 2026.
Sementara itu, Earthquake Network, LastQuake, dan My Earthquake Alerts dapat digunakan untuk memantau kejadian gempa dari berbagai negara melalui jaringan internasional, tetapi fungsi notifikasinya tetap perlu dibedakan dari peringatan dini.
MyShake sendiri memiliki layanan EEW publik yang secara resmi tersedia di California, Oregon, dan Washington sehingga layanan tersebut tidak dapat dianggap tersedia di Indonesia. Adapun InaEEWS belum dapat diposisikan sebagai layanan peringatan dini nasional yang beroperasi penuh karena pada 2026 BMKG masih menyebutnya dalam tahap pengembangan dan uji coba terbatas.
Baca juga: 10 Rekomendasi Aplikasi Kehamilan untuk Sambut Buah Hati
Penutup
Aplikasi pendeteksi gempa dapat membantu kamu mendapatkan informasi mengenai kejadian gempa dengan lebih cepat. Namun, penting untuk memahami bahwa tidak semua aplikasi memiliki fitur peringatan dini dan tidak ada aplikasi yang dapat memprediksi gempa secara pasti.
Karena itu, selain mengandalkan informasi dari sumber resmi, kamu juga perlu mempersiapkan perlengkapan darurat untuk menghadapi kondisi yang tidak terduga. Salah satu perlengkapan yang bisa kamu siapkan adalah powerbank dan power station.
Keduanya dapat membantu menjaga perangkat elektronik tetap menyala saat listrik padam sehingga kamu tetap bisa mengakses informasi penting atau berkomunikasi dalam keadaan darurat. Jika kamu sedang mencari powerbank dan power station untuk kebutuhan sehari-hari maupun persiapan darurat, kamu bisa mendapatkannya di Doran Gadget dengan pilihan produk yang beragam.

