Apa yang Cocok Dikonsumsi saat Konstipasi?

Juli

31

0 comments

Apa yang Cocok Dikonsumsi saat Konstipasi?

Konstipasi atau sembelit adalah kondisi seseorang mengalami frekuensi buang air besar yang lebih sedikit daripada biasanya. Kondisi ini tentu membuat seseorang kurang nyaman.

Diet menjadi penyebab utamanya, terlebih ketika seseorang kurang makan serat atau kurang minum air. Penyebab lain termasuk gangguan usus dapat terjadi saat bepergian atau terlalu sering duduk. Kurangnya aktivitas berdampak pada keteraturan usus.

Obat-obatan tertentu juga dapat mengganggu pergerakan usus Anda, terutama opioid, antiinflamasi, antasid, dan antihistamin. Konstipasi juga bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan usus. Pertumbuhan berlebih Candida atau SIBO dapat memicu berbagai gejala pencernaan termasuk sembelit.

1. Air Mineral

Ketika seseorang kekurangan air mineral, tubuh secara cepat menjadi dehidrasi. Akibatnya, proses pencernaan di usus akan terhambat. Cobalah meminum setidaknya 2 liter air mineral setiap harinya.

Merasa sulit meminum sebanyak itu? Solusinya adalah bawa botol air minum sendiri ketika pergi ke manapun. Minum secara teratur akan menjadi kebiasaan yang harus dilakukan.

2. Produk Susu Fermentasi

Yogurt dan kefir adalah dua jenis produk susu fermentasi yang sangat penting untuk usus saat sembelit. Keduanya mengandung probiotik yang merupakan bakteri baik untuk membantu memecah makanan.

Probiotik telah terbukti meningkatkan pencernaan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menambahkan probiotik ke dalam makanan dapat membantu mengurangi sembelit.

3. Biji Chia

Nutritious chia seeds on a spoon, close up

Biji china kaya akan asam lemak omega-3, kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium. Biji-bijian berwarna hitam ini mampu membentuk konsistensi seperti gel pelumas ketika menyerap air. Gunanya untuk meningkatkan pembentukan tinja, menjaga kelembapannya, dan membuatnya mudah untuk lewat.

4. Kacang-kacangan

Makanan kaya serat paling pas dikonsumsi saat sembelit. Lentil, kacang, dan buncis sangat bagus untuk mencegah dan mengobati sembelit. Serat adalah makronutrien penting yang harus dimasukkan dalam makanan sehari-hari agar usus tetap sehat.

5. Kaldu

Kandungan mineral yang kaya dari tulang dan bahan lainnya membuat kaldu sangat bergizi dan mudah diserap usus. Kaldu tulang memberikan dosis kelembapan yang baik untuk usus yang meradang atau dehidrasi.

6. Plum Kering dan Jus Plum

Plum kering mengandung sejenis gula yang disebut sorbitol. Karena tidak dapat dihancurkan oleh tubuh, sorbitol melewati usus dengan makanan yang tidak tercerna dan mengalirkan air. Makanan ini membantu merangsang buang air besar.

7. Brokoli

Brokoli adalah sumber serat yang baik, tetapi juga mengandung nutrisi berharga yang disebut sulforaphane. Gunanya untuk membantu melindungi usus dan meningkatkan pencernaan.

8. Kiwi Hijau

Manfaat kiwi untuk mengatasi sembelit didapat dari kandungan enzim protease yang disebut actinidine. Gunanya untuk merangsang motilitas di saluran pencernaan bagian atas yang membantu mendorong kotoran di sepanjang usus.

9. Pir

Pir adalah sumber serat yang baik. Seratnya disebut pektin yang terkandung dalam kulit buah. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari pektin, makanlah pir bersama kulitnya.

Pir juga mengandung sejumlah senyawa yang membantu pencernaan, seperti sorbitol dan fruktosa. Kandungan airnya yang tinggi juga membantu dalam menghidrasi usus yang lambat, memberikan kelembaban ekstra untuk feses yang keras.

Tags:

Artikel terkait:

Juni 2, 2023

Mei 12, 2023

April 25, 2022

Desember 7, 2021

Oktober 18, 2021

Juni 3, 2021

About the author, JETE Indonesia

× WhatsApp